Karawang, Jawa Barat (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan keberhasilan swasembada beras nasional merupakan hasil kerja kolektif Kabinet Merah Putih yang solid menjalankan visi besar Presiden Prabowo Subianto secara konsisten dan terukur.
Amran menyebut capaian tersebut lahir dari sinergi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta penyuluh dan petani, yang bergerak serempak mempercepat produksi dan menjaga stabilitas pangan nasional berkelanjutan.
"Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih, dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto) dan seluruh penyuluh petani Indonesia," kata Mentan dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo yang dihadiri 5000 petani dan penyuluh secara luring dan dua juta petani secara daring di Karawang, Jawa Barat, Rabu.
Ia mengapresiasi dukungan strategis lintas kementerian seperti Kementerian Pertahanan sejak 2023 melalui pembangunan food estate, pengamanan lahan pangan berkelanjutan, serta langkah hilirisasi yang memperkuat rantai nilai pertanian nasional.
Peran Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Dalam Negeri, hingga Kementerian Sekretariat Negara juga krusial melalui penerbitan puluhan regulasi cepat yang mempermudah pupuk, irigasi, distribusi, serta pengendalian inflasi pangan.
Amran juga menyoroti ketegasan penegakan hukum bersama Polri dan Kejaksaan Agung dalam memberantas mafia pangan, pencabutan ribuan izin bermasalah, serta perlindungan harga petani sesuai arahan langsung Presiden.
Dukungan kementerian teknis lain seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Pekerjaan Umum, memperkuat pasokan, irigasi, logistik, dan daya beli masyarakat secara terintegrasi dan berorientasi hasil.
Ia menegaskan keberhasilan tersebut dicapai dengan kerja keras luar biasa, termasuk tekanan fisik dan kesehatan, namun dijawab dengan semangat kolektif demi kepentingan 160 juta petani dan rakyat Indonesia.
Menurut Amran, swasembada beras menjadi bukti nyata efektivitas Kabinet Merah Putih, yang bekerja cepat, disiplin, dan berani mengambil keputusan strategis demi kedaulatan pangan dan masa depan Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya menyebutkan berdasarkan kerangka sampel area (KSA) pengamatan November 2025, produksi beras nasional 2025 diprediksi mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan domestik tahunan sekitar 30-31 juta ton per tahun.
Pengadaan beras tahun 2025 pun tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Perum Bulog melalui pembelian gabah langsung dari petani any quality dengan harga Rp6.500 per kilogram.
Cadangan beras pemerintah sempat mencapai rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025 dan kini berada di kisaran 3,25 juta ton pada awal 2026, seiring penyaluran beras untuk bencana serta pengendalian stok dan harga.
Capaian itu mencerminkan stabilitas pasokan, keberpihakan harga kepada petani, dan kehadiran negara dalam tata kelola pangan. Dampaknya, petani kian semangat untuk berproduksi dengan jaminan harga dan kepastian serapan oleh Bulog.
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara panen raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu, mengumumkan Indonesia resmi mencapai swasembada pangan, khususnya beras, pada tahun 2025.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahmin, pada pagi hari ini, hari Rabu, 7 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia. Terima kasih," kata Presiden Prabowo yang langsung menumbukkan alu ke dalam lesung sebagai simbol tercapainya swasembada beras.
Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden RI Prabowo Subianto turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.
Selain itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Kemudian turut pula hadir sejumlah gubernur di antaranya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan pejabat lainnya.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © Fokus Warta 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.